Keluarga Kecilku: Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

posted in: Family | 0

Seandainya Bunda tidak ada di rumah saat saya mau pergi ke luar, mungkin beberapa hari setelah melahirkan akan langsung sibuk ngurusin R&A Baby Shop. Namun sayangnya karena sedang diperhatikan demi pemulihan, karena katanya masih pamali kalau keluar rumah. Jadi memang tidak banyak keluar rumah.Mungkin zaman dulu para ibu benar-benar bisa tidak beraktivitas di luar rumah sampai 40 hari dan tanpa Youtube, Instagram atau sosial media manapun itu. Lumayan wow juga sih kalau dibayangkan. Akhirnya karena kebetulan kerjaan masih bisa dipantau secara remote, di rumah mempraktekan multitasking tingkat dasar. Menyusui sambil bekerja.

 

Source: Pixabay

 

Oh iya untuk para calon ibu jangan lupa siapkan kain gurita untuk perut, dia terdiri dari 2 lapisan. Lapisan dalamnya kain utuh biasa, sedangkan lapisan luarnya seperti gurita. Dimulai dari di ruang persalinan, saya dipakaikan gurita itu oleh bidan setelah selesai operasi. Sampai sekarang pun setiap hari antara gurita atau stagen tetap dipakai saat beraktivitas, seharusnya.. tetapi terkadang agak malas memakainya hehe.. Lalu untuk ari-ari Giandra juga dibawa dari rumah sakit dan dikubur di halaman depan rumah. Nah, karena H+1 saya dan suami masih di rumah, akhirnya orang tua saya yang mengubur. Lengkap dengan ditambahkan gula, mainan anak laki, dll. Dengan kepercayaan supaya  anaknya mudah senyum, dsb.

 

Source: Kumparan.com

 

Sebenarnya untuk benar-benar kembali beraktivitas normal dengan rentang waktu sekitar 1 bulan pasca melahirkan agak susah. Salah satu alasannya karena bayi masih tidur sebentar dan lambung mereka masih sangat kecil sebesar cherry. Oleh karena itu, mereka jadi lebih cepat lapar dan sejam sekali meminta ASI. Sekarang Giandra umurnya sudah 2 bulan jalan 3 bulan dan rasanya jeda pemberian ASI nya lebih lama dari biasanya. Mungkin ini saatnya para ibu yang mau disambil bekerja buat curi-curi waktu. Walaupun begitu untuk jarak dekat kalau mau meeting sama orang pasti butuh 1 pendamping untuk bantuin, terlebih pas si kecil tetiba nangis karena laper atau popoknya sudah perlu diganti.

Pada prinsipnya sih para ibu pekerja yang punya anak, perlu manajemen waktu yang lebih baik dari sebelumnya. Kalau dahulu sebelum menikah masih punya waktu luang, setelah menikah perlu spare  waktu untuk sekedar beberes rumah, baju suami, dan siapin makanan buat yang masak. Setelah punya anak semakin dituntut lagi waktunya supaya lebih efisien. Good luck untuk saya dan buat para ibu lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *