Wefie di Kamar Rawat Inap Beberapa Jam Setelah Melahirkan

Keluarga Kecilku: Pengalaman Melahirkan yang Tidak Terlupakan

posted in: Family | 0

Begitu mencapai umur kehamilan 40 minggu, belum juga ada tanda-tanda melahirkan. Seminggu sebelum melahirkan, saya mulai mengurangi tidur siang dan memperbanyak olahraga ringan. Banyak sekali jenis aktivitas untuk ibu dengan umur kehamilan di atas 36 minggu. Rata-rata manfaatnya sama, yaitu supaya posisi janin menjadi optimal dan membuka jalan lahir agar lancar. Yang saya lakukan saat itu seperti yoga ibu hamil, jalan pagi di lapangan dan turun naik tangga. Waktu berolahraga ajak suami atau saudara untuk olahraga bersama, selain agar suasananya jadi menyenangkan juga untuk mendampingi jika tiba-tiba bumil lemas.

Di hari Jumat, setelah shalat shubuh perut terasa agak kencang, saya pikir itu karena efek keliling lapangan 8 putaran beberapa hari yang lalu. Namun tidak lama kram itu menghilang, mungkin itu kontraksi palsu. Oleh karena itu saya melanjutkan yoga di kamar. Sempat tertidur sebentar, lalu terbangun jam 7 karena lapar. Memang pada hari itu kami bermaksud ke Rumah Sakit Pondok Indah untuk konsultasi. Karena dokter bilang, bila setelah weekend di minggu ke 40 belum ada tanda melahirkan artinya perlu di-induksi. Begitu selesai sarapan saya pun kembali ke kamar dan kram itu muncul lagi. Kali ini kram nya lebih intense dari sebelumnya dan mulai teratur 10-15 menit sekali. Dari awal hamil sampai hari itu, saya tidak mengalami flek darah atau air ketuban yang pecah.

Ditemani suami dan orang tua, dengan perbekalan koper darurat yang siap dibawa sewaktu-waktu hari kelahiran tiba, saya pergi menuju rumah sakit. Koper darurat ini sudah siap dari 2-3 minggu sebelumnya(isinya adalah perlengkapan bayi, perlengkapan saya dan suami 1 set baju ganti dan alat mandi). Tidak perlu terlalu banyak yang dibawa. Percayalah kalian akan terlalu excited dengan kehadiran si kecil sampai-sampai tidak masalah harus memakai 1 baju yang sama seharian di rumah sakit.

 

Cardiotography sebagai alat pendeteksi detak jantung
Cardiotography sebagai alat pendeteksi detak jantung

 

Selama perjalanan rasa mules itu tidak berhenti, malah semakin menjadi. Disini saya merasa adegan ibu-ibu yang mau melahirkan sampai teriak kesakitan itu seperti nyata. Padahal kenyataannya saya lemas dan hanya sedikit merintih, karena terlalu lemas untuk teriak. Setibanya di rumah sakit, pukul 10.30 WIB, saya berjalan menuju resepsionis poli kebidanan. Suster mengarahkan saya ke ruang observasi, untuk CTG(cardiotocography) agar dicek detak jantung saya dan janin. Benar saja dari awal observasi 60 denyut per menit menjadi 108 denyut per menit karena dibarengi dengan kontraksi yang luar biasa. Bidan yang bertugas memeriksa saya saat itu langsung melakukan pemeriksaan dalam dan setelah dicek ternyata sudah pembukaan ke-7. Disitu saya speechless.

 

Wefie di Kamar Rawat Inap Beberapa Jam Setelah Melahirkan
Wefie di Kamar Rawat Inap Beberapa Jam Setelah Melahirkan

 

Dalam hitungan detik saya berganti baju dan dengan posisi terbaring di atas kasur dibawa ke suatu ruangan. Terlihat seperti ruang rawat inap karena di sebelah kiri saya pun juga ada satu kasur yang lain. Tidak lama ada sekitar 2-3 orang bidan lainnya yang mempersiapkan berbagai alat operasi dan tirai jendela pun ditutup. Baru disitu saya tersadar bahwa ruang tersebut bukan sekedar untuk rawat inap, tetapi ruangan bersalin atau melahirkan! Hahaha.. Dengan bismillah saya terus merasakan kontraksi demi kontraksi. Sampai di pembukaan ke-9 ketuban saya pecah. Semenit kemudian Dr. Fitriyadi, yang menjadi dokter Obygyn sejak hamil 5 bulan, pun datang dan memeriksa. Karena pembukaan sudah lengkap dan persalinan pun langsung dilaksanakan. Alhamdulillah dengan izin Allah, pada Jumat siang pukul 12.30 WIB, putra pertama kami yang diberi nama Giandra Suryadinata, lahir normal sempurna. Semua ini karena diiringi doa dan dukungan dari suami, keluarga, teman-teman, dokter dan seluruh bidan yang menangani.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *