Cerita Ibu : Tanggung Jawab Membesarkan Anak

posted in: Event, Family | 0

Diberikan tanggung jawab membesarkan anak bukanlah hal yang mudah. Saya pun bukan pakar psikologi anak, jadi saya sedang belajar dan mengajak kalian untuk sejenak menelusuri. Apakah peran kita sebagai orang tua sudah dijalankan dengan baik? Singkat cerita, 2 Februari kemarin saya mengikuti Seminar Parenting tentang 7 pilar pengasuhan anak oleh Ibu Elly Risman, psikolog yang sudah malang-melintang di dunia parenting dan Pendidikan anak. Meskipun ga ikut masuk, saya datang ditemani oleh suami dan anak.

Ibu Elly Mengajarkan Tentang Tanggung Jawab Membesarkan Anak Jatuh Pada Orang Tuanya
Seminar Parenting Ibu Elly di Gedung BPSDM, Gandul, Cinere

Kesiapan Menjadi Orang Tua

Sebelum masuk ke materi inti, menurut Ibu Elly yang pertama kali perlu digarisbawahi adalah sesiap apakah kita menjadi orang tua? Contohnya seperti saya selama 10 bulan menjadi seorang Ibu, cara asuhan yang diberikan apa sudah baik atau belum. Konsep innerchild dalam diri setiap orang tua baru yang dikenalkan beliau, menurut saya cukup mengena di hati. Betapa pentingnya memilah antara pengalaman kurang baik di masa lalu dengan orang tua terdahulu dan cara mengasuh yang diinginkan. Kuncinya kita hanya bisa merubah masa sekarang. Oleh karena itu besarkanlah anak tanpa label buruk, berbicara tanpa menaikkan frekuensi dan mendengar tanpa menghakimi.

Tanggung Jawab Ayah dalam Membesarkan Anak

Sama halnya dengan berbisnis, merawat anak juga bisa dilakukan bila ada kerjasama yang baik dengan pasangan. Saya dan suami sudah terbiasa berdiskusi tentang masing-masing peran kami tentang apapun, termasuk cara mendidik Giandra, bahkan sebelum melahirkan. Meskipun kami dibantu oleh baby sitter dan Bunda saya sendiri, tetapi figur seorang ayah tetap diperlukan. Dimana saat tengah malam anak terbangun, suami selalu siaga untuk menyiapkan susu anak. Di hari kerja pun, sebisa mungkin setiap jam 7 malam pulang ke rumah orang tua, menemani anak bermain dan aktivitas lainnya. Bersyukur saat ini kami memiliki home office, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan anak dalam jarak 10 menit saya sudah sampai rumah. Baca juga cerita saya tentang Kembali Bekerja Setelah Melahirkan.

Hasil Penelitian dari Harvard terhadap Anak dari Ayah yang Ikut Mengasuh

Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain dua hal yang disebutkan di atas, kesiapan menjadi orang tua dan kerjasama dengan pasangan, ada beberapa hal penting lainnya. Seperti Pendidikan agama, memiliki tujuan pengasuhan yang jelas, komunikasi yang baik, persiapan anak menjadi dewasa dan masuk ke dalam kaum generasi milenial. Semuanya ini ibarat ‘daging’ dalam proses pengasuhan menjadi orang tua, salah-salah anak menjadi korbannya.

Setelah hampir 3 jam, di tengah acara saya akhirnya keluar dari ruangan 30 menit lebih awal, karena ada yang menunggu saya di luar. Jujur, setelah menikah merasakan bagaimana melahirkan dan memiliki 1 orang anak, topik anak jadi sesuatu yang membuat saya cengeng. Pengasuhan seperti apa yang ingin Mom and Dad jalani, semuanya kembali ke diri kita masing-masing 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *