Tips Hemat : Antara Beli Box atau Pagar Bayi

posted in: Family | 2

Bingung antara beli box atau pagar, Mom and Dad tidak sendirian. Sebenarnya pilihan tersebut bisa mempertimbangkan berdasarkan tumbuh kembang anak dan budget yang mau dikeluarkan.

Tumbuh Kembang Anak

Kalau mau mengikuti perkembangan anak itu memang ga pernah ngebosenin dan gak akan ada habisnya. Seperti Giandra yang sudah menginjak 10 bulan di tahun ini. Alhamdulillah bisa melihat dari awal dia tengkurap sampai sekarang. Kalau bisa dibilang dia termasuk anak yang aktif, dengan beratnya 10 kg mungkin sekilas tampak ringan. Jadi saat kita pangku paling lama itu 5-10 menit kalemnya, sisanya loncat-loncat hahah.

Saat ini dia lagi di tahap perkembangan ‘rambatan ‘, jadi apapun yang ada di depan dia kalau bisa dijadikan tumpuan, dia akan berdiri. Otot kakinya sudah lumayan kuat untuk berdiri lebih dari setengah jam tanpa duduk. Kalau lihat sepupunya, Rauf, sudah berlarian kesana kemari rasanya pengen ikutan juga. Paling happy kalau udah di tempat tidur terus loncat-loncatan bareng. Ketawanya itu bisa sampai jejeritan, terus batuk deh saking kencengnya -_-

Masa Pemakaian

Nah, oleh karena itu ga bisa banget kalau kita lengah biar sedetik juga tanpa pengawasan. Makanya kita mempertimbangkan dari sebelum melahirkan, antara beli box bayi atau pagar. Kenapa sih kita akhirnya memutuskan untuk beli pagar? Yang pertama, karena kita berpikir pagar akan lebih awet dipakai sampai umur 2 tahunan. Dari pengalaman yang sebelumnya pun, box bayi yang kakak aku pakai akhirnya berakhir jadi tempat penyimpanan mainan aja.

Antara Beli Box atau Pagar Bayi

Riset Harga

Awalnya pun ga langsung beli pagar Coby Haus ini, tapi kita lihat-lihat dulu di mall. Sempat cari di Toys ‘r Us atau tempat mainan lainnya ga ada yang cocok. Antara modelnya yang jadul atau harganya yang kurang pas. Pagar Coby Haus ini juga punya peran besar banget dalam membantu Giandra di tahap rambatan. Selain terbuat dari plastik, warnanya juga menarik dan aman untuk balita. Jujur sih ini belanja pertama untuk dia yang termahal, setelah itu baru stroller. Kalau tidak mau beli, sewa pun bisa kalau mau. (Baca juga: 5 Tempat Sewa Perlengkapan Bayi di Jabodetabek)

Keunggulan Produk

Selain berfungsi untuk rambatan, juga bisa jadi tempat yang aman untuk sementara saat dia dilepas. Pagarnya ini bisa dipasang sendiri dan ga gampang lepas. Ada activity fence yang dilengkapi dengan telepon-teleponan, mainan yang bisa diputar dan semacam klakson. Semuanya ini bisa berfungsi untuk melatih motorik anak. Untuk alasnya kita pakai yang dari Fisher Price, kebetulan yang ini kado melahirkan dari mertua, empuk dan memang tebal bahannya.

Sebenarnya kalau ga punya box bayi dan pagar pun tidak masalah, selama selalu dalam penjagaan 1×24 jam. Anak bisa ditemani merambat di tembok rumah atau sambil pegang mainan mobil atau motor-motoran yang agak besar. Hanya saja saat ini anakku masih belum mau ditatah atau dipegangin kalau lagi jalan. Boro-boro belajar jalan pakai baby walker, baru duduk aja kayanya pantatnya gatel udah keburu mau lari-lari aja. Buat yang kepengen antara beli pagar atau box bayi, semoga ini bisa jadi pertimbangan yah.

2 Responses

  1. […] Jadi lebih baik belanja dalam jumlah besar yang bisa memenuhi kebutuhan untuk beberapa minggu atau bahkan bulan. Untuk case beli barang yang akan sering digunakan dan cukup beli sekali, seperti box bayi. Carilah yang kualitasnya sesuai dengan harganya. (Baca juga: Antara Beli Box Bayi atau Pagar Bayi) […]

  2. […] Hal yang satu ini kedengeran mudah, cuma rada susah kalau tidak mulai dipraktekkan. Menjaga cashflow (keuangan kas) secara konsisten itu penting, dimana dalam bisnis itu prioritas utamanya adalah pembayaran invoice, penambahan modal dan lainnya. Selain itu kalau bisa pisahkan keuangan yang berkaitan dengan bisnis dan kebutuhan pribadi, dengan cara menyimpannya di rekening bank yang berbeda. Nanti setelah itu akan terlihat berapa besar profit yang didapatkan tiap bulannya, agar bisa diputarkan lagi sebagai tambahan modal (Baca juga: Tips Hemat Shopping Kebutuhan Sehari-hari) […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *