Tips Hemat: Shopping Kebutuhan Keluarga

posted in: Family | 1

Pernahkah kalian membayar shopping kebutuhan untuk keluarga dan menemukan rekening dengan saldo yang menyusut banyak? Ini fenomena yang banyak ditemui di kalangan ibu-ibu. Berhubung saya bukan pakar keuangan, jadi seluruh solusi yang ada di sini berdasarkan pengalaman pribadi saja yah. Dan semuanya ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Budgeting Pengeluaran

Ada pepatah yang bilang, gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Nah, oleh dari itu hal yang pertama harus dilakukan itu membuat anggaran atau budgeting pengeluaran. Prioritasin terlebih dahulu tagihan bulanan seperti uang belanja, listrik, air, cicilan rumah, biaya pendidikan, investasi dan tabungan. Kelihatannya sepele cuma ini perlu banget buat kencangin ikat pinggang. Apalagi kalau sering bolak balik cek saldo mbanking dan masih banyak. Godaannya itu nyata, hahaha… (Baca juga: Cara Mudah Budgeting Mencatat Pengeluaran)

Belanja Grosir Bulanan

Terus nih kalau perhatikan juga kuantitas dan frekuensi belanjaannya. Kalau saya nih misal, Giandra itu tiap bulan kan butuh popok. Makanya saya cari toko grosir yang menjual berbagi jenis popok. Semisal belum yakin sama produknya, tidak masalah beli eceran sekali di awal untuk melihat cocok atau tidaknya. Baru kalau cocok segera hubungi  penjualnya agar stoknya tidak kehabisan.

Jadi lebih baik belanja dalam jumlah besar yang bisa memenuhi kebutuhan untuk beberapa minggu atau bahkan bulan. Untuk case beli barang yang akan sering digunakan dan cukup beli sekali, seperti box bayi. Carilah yang kualitasnya sesuai dengan harganya. (Baca juga: Antara Beli Box Bayi atau Pagar Bayi)

Survey Harga Sebelum Membeli

Zaman juga semakin canggih, sekarang mudah sekali untuk survei harga pasar. Dengan begitu banyaknya marketplace, penjual pun berkompetisi untuk menjual dengan harga terbaik. Biasanya toko online menjual dengan harga yang lebih murah, dimana antara toko online dan offline kemungkinan ada selisih harga sekitar 5,000 sampai 20,000 rupiah. Namun ada baiknya untuk belanja di toko yang mudah dijumpai di jalan saja, kalau ternyata total yang harus dibayar sama saja dengan beli online. Biasanya lokasi yang jauh atau berat barang mempengaruhi  biaya kirim.

Shopping Kebutuhan Keluarga

Sebenarnya saat shopping kebutuhan keluarga, masih banyak pengehematan lagi yang bisa dilakukan. Semuanya itu kuncinya Cuma satu, disiplin. Akumulasi rupiah demi rupiah itu yang nantinya mungkin bisa dipakai untuk yang lain. Kalau cuma sekali dilakukan, terus berhenti karena sudah merasa puas, mungkin impact-nya tidak terlalu terasa. Jadi, good luck untuk para pencari promo yah. Jangan lupa untuk berikan reward ke diri sendiri setelah berhasil melakukan ini semua 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *